Tranfigurasi mengingatkan orang percaya akan siapa Yesus Kristus. Orang percaya mengaku bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah. Yesus sepenuhnya manusia dan sepenuhnya ilahi. Injil Lukas memberikan kesaksian tentang Yesus yang mengalami transfigurasi.
Kesaksian Lukas unik jika dibandingkan kesaksian Injil Markus dan Injil Matius. Salah satu keunikannya adalah dengan pernyataannya terkait tentang waktu terjadinya transfigurasi Yesus. Lukas menyebutkan bahwa peristiwa terjadi pada hari kedelapan (ay. 28). John Nolland di dalam World Biblical Commentary menyarankan bahwa Lukas tampaknya merujuk kepada hari kebangkitan Kristus. Kita mengenalnya hari minggu. Di dalam sejarah gereja mula-mula, tradisi hari kedelapan begitu kental sebagai bagian untuk membedakan hari sabbat dan hari minggu. Hari minggu tetap menjadi hari minggu dan hari sabbat tetap menjadi hari sabat. Kekristenan perdana tetap memelihara kedua tradisi ini. Akan tetapi, hari minggu menjadi momen bagi orang Kristen berkumpul untuk memperingati kebangkitan Yesus dan merayakan hidup baru bagi orang percaya. Yesus Kristus sendiri adalah tuan dari hari sabbat itu (Luk. 6:5).
Selain itu, Injil Lukas memberitakan bahwa Yesus naik ke atas dan berdoa. Yesus berdoa di kesaksian Lukas juga menjadi ciri khas kesaksiannya. Yesus yang naik dan berdoa seringkali disejajarkan dengan peristiwa Musa naik ke gunung Sinai. Selepas dari sana wajah Musa bercahaya. Perihal ini juga yang menguatkan kesaksian Lukas ketika dia melihat Musa dan Eliah berbincang bersama Yesus.
Kenapa harus dengan Musa dan Eliah? Musa merupakan prototipe (Ul. 18:15) dan Eliyah adalah pelopor (Mal. 4:5) dari Mesias di dalam tradisi Yahudi Kuno. Tidak sedikit para penafsir mengaitkan keduanya dengan Ul. 34:6 dan 2 Raja 2:11. Intinya, Musa dan Eliyah menjadi saksi akan hadirnya Messias (Wah. 11:3-12).
Lantas apa yang mereka bicarakan? Ay. 30 diberitakan bahwa mereka berbicara tentang tujuan kepergian Yesus keluar dari Yerusalem. Selanjutnya Yesus akan Kembali dan menggenapi seluruh misi-Nya di Yerusalem. Yesus keluar untuk berkarya dan membawa keselamatan kepada orang yang percaya kepada-Nya. Keselamatan itu diperoleh lewat penderitaan dan kematian-Nya.
Kemana Petrus, Yohanes, dan Yakobus? Mereka tertidur (ay. 32a). Ketika terbangun, mereka pun melihat Yesus bersama Musa dan Eliah di dalam kemuliaan. Kemuliaan-Nya itu digambarkan di ay. 29 di mana rupa wajah-Nya berubah dan pakaian-Nya menjadi putih berkilau-kilauan. Inilah yang kemudian kita sebut sebagai transfigurasi. Saat Petrus, Yohanes, dan Yakobus melihat peristiwa itu, mereka merasa Bahagia.
Pesan bagi kita:
Yesus adalah Mesias. Dia diutus oleh Allah untuk sebuah misi keselamatan. Yesus di dalam pelayanan-Nya telah memberitahukan siapa Dia dan apa jalan yang akan ditempuh-Nya. Dia adalah Mesias yang mengambil jalan penderitaan dan kematian untuk menebus dosa manusia (Bnd. Luk. 9:18-21, 22-27). Peristiwa transfigurasi ini mengingatkan kita bahwa ini adalah momen dimana Yesus dimuliakan, sebab Dia adalah Anak Allah. Kehadiran Musa dan Elia di dalam transfigurasi mempertegas bahwa Yesus Kristus adalah Mesias. Di dalam Yesus kemuliaan terpancar di mana ada kedamaian dan sukacita. Biarlah hidup kita senantiasa memuliakan Yesus Kristus.
Tuhanlah yang memampukan kita melakukan firman-Nya. Tuhan memberkati!
TS
Thursday, February 12, 2026
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


No comments:
Post a Comment