Di Dalam Dia Kita Menjadi Kaya Dalam Segala Hal (1 Korintus 1:4-9) - Togu Sihite

Hebrew Bible/Old Testament - Books - Poetry - Music - Batak

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Wednesday, January 14, 2026

Di Dalam Dia Kita Menjadi Kaya Dalam Segala Hal (1 Korintus 1:4-9)

 

Siapa yang tidak ingin kaya? Ketika saya mengajar Katekisasi, saya bertanya siapa yang mau menjadi kaya. Semua murid menjawab "saya" sambil mengangkat tangan. Tentu kaya yang mereka dan kita semua cenderung pahami adalah kaya dalam hal materi, seperti harta dan uang. Tidak salah menjadi kaya bahkan firman Tuhan minggu ini mengingatkan kita bahwa kita yang percaya di dalam Yesus Kristus Tuhan adalah kaya di dalam segala hal. Akan tetapi, kita harus berhati-hati memahami tema khotbah ini. Ini bukan mengatakan bahwa orang yang terberkati itu haruslah punya harta yang melimpah. Ini adalah pemahaman yang salah. Pemahaman yang demikian sering kali disebut “teologi kemakmuran” (prosperity theology). Di Amerika Serikat, Joel Osteen, salah satu pendeta yang terkenal mengkhotbahkannya. Padahal Yesus Kristus sendiri berujar “berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga (Mat. 5:3). Teks ini tentu tidak ingin mengajak kita berlomba-lomba menjadi miskin dengan tidak bekerja. ini pemahaman yang salah di dalam memahami "miskin di hadapan Allah." Menjadi kaya tentu tidak salah. Namun, harta melimpah bukanlah ukuran kita beriman dan diselamatkan oleh Yesus Kristus. Oleh sebab itu, kita haruslah berhati-hati memahami frasa "menjadi kaya dalam segala hal" di dalam teks khotbah ini.

 

Apa itu kaya? Oxford Learner Dictionary mendefinisikannya: "mempunyai banyak uang dan properti." Cambridge Dictionary memberikan definisi yang lebih luas, yakni "memiliki banyak hal yang baik dan berguna." Menjadi kaya di dalam teks khotbah kita dari kata Yun. Plotizō, yang secara literal berarti membuat kaya (to make rich, enrich). Dari sini kita dapat memahami bahwa kekayaan yang dimaksud di dalam teks adalah diperoleh atau diberikan bukan karena kita memilikinya. Siapa yang membuat kaya di dalam teks khotbah ini? Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kita.

 

Lantas, mengapa Paulus memberitakan perihal kaya di dalam suratnya? Yang paling jelas adalah untuk mengingatkan bahwa segala hal yang baik dan berguna, termasuk harta dan kecakapan atau talenta berasal dari Tuhan. Tuhan di dalam Yesus Kristus yang memperkaya kita di dalam segala hal. Di dalam teks khotbah ini, Paulus menegaskan bahwa “dalam segala macam perkataan dan segala macam pengetahuan, sesuai dengan kesaksian tentang Kristus, yang telah diteguhkan di antara kamu.” (ay. 5b-6). Jika kita membaca Surat Paulus yang pertama kepada jemaat di Korintus ini secara keseluruhan, maka kita bisa melihat bahwa karakter jemaat ini adalah menonjolkan kemampuan dan talenta yang mereka miliki. Dengan penuh kesadaran Paulus mengingatkan bahwa kekayaan yang kita miliki, terlebih kecakapan berbicara dalam menyakinkan orang untuk percaya kepada Kristus adalah berasal dari Kristus. Paulus menegaskan bahwa yang membuat jemaat Korintus percaya kepada Yesus Kristus bukanlah karena kecakapannya berbicara dan meyakinkan orang, melainkan karena anugerah Yesus Kristus (lih. ay. 4-5). Bahkan kita bisa melihat pada ay. 10-17 diberitakan tentang perpecahan jemaat karena satu kelompok merasa lebih hebat dari lainnya. Oleh sebab itu, kaya yang paling ditekankan di dalam teks khotbah ini adalah kemampuan di dalam berbicara dan meyakinkan orang serta talenta-talenta lainnya di tengah masyarakat. Kaya di sini nampaknya tidak menekankan kaya di dalam hal materi, walaupun secara umum Paulus berujar di dalam segala hal.

 

Pesan bagi kita: Takut akan Tuhan adalah sumber kekayaan hikmat dan pengetahuan (Mzm. 1:7). Paulus telah menegaskan perihal tersebut dia mengaku bahwa dia bukan orang yang cakap berbicara (1 Kor. 2:1-4; 2 Kor. 11:6). Pemberitaan akan anugerah kesealamatan adalah karya Tuhan di dalam Yesus Kristus. Karena itu Dia di dalam Roh-Nya yang bekerja atas kita dan orang yang mendengarkan berita keselamatan dari-Nya. Selanjutnya, satu hal yang memberikan penguatan dan kabar sukacita bagi kita, yakni jika kita kurang pengetahuan dan hikmat olehnya kita mengalami pergumulan silih berganti, serta beban berat yang membuat putus asa, maka khotbah minggu ini mengajak kita untuk datang kepada Yesus Kristus yang akan memberikan kekayaan pengetahuan dan hikmat dalam segala hal agar kita mampu melalui setiap pergumulan hidup dengan tetap berpengharapan dan bersandar kepada-Nya. Ingatlah, Tuhan di dalam Yesus Kristus adalah setia (ay. 9). Dia yang akan meneguhkanmu sampai kepada kesudahan (ay. 8). Tuhanlah yang memampukan kita melakukan firman-Nya. Tuhan memberkati! TS

No comments:

Post a Comment