Di minggu Advent IV ini, firman Tuhan menyapa kita dengan belajar dari seorang imam bernama Zakaria. Dia adalah seorang imam yang benar di hadapan Allah (lih. 1:5-6). Kebenarannya itu diperlihatkan juga lewat dirinya mengalami pemenuhan oleh Roh Kudus (ay. 67). Dia kemudian bernubuat akan kedatangan Tuhan ke tengah dunia ini. Kedatangan tersebut membawa keselamatan dan damai sejahtera (ay. 79). Nubuatan terkait datangnya Mesias telah menjadi berita pengharapan yang telah dikumandangkan di Kitab-kitab Perjanjian Lama (Bnd. Yes. 7). Zakaria di dalam nubuatannya ini mengutip perkataan terkait janji Allah kepada Abraham (Bnd. Kej. 22:16-18; 26:3; Ps. 105:9-11) sebagai penegasan bahwa janji Allah itu kekal dan setia kepada umat-Nya. Lantas apa dan bagaimanakah Allah yang melawat umat-Nya itu?
Ada tiga poin yang penting untuk kita renungkan: Siapakah Tuhan yang diproklamasikan di dalam teks ini? Apa yang diminta bagi kita untuk kita lakukan dalam keseharian kita? Apa berita sukacita dari firman ini bagi kita?
1. Allah kita adalah Allah yang Melawat.
Teks khotbah minggu ini memberitakan bahwa Allah yang kita sembah adalah Allah yang melawat umat-Nya. Dia hadir di tengah dunia ini di dalam bentuk seorang hamba. Apakah makna dari Allah yang melawat? Artinya Allah mengambil rupa seorang hamba untuk memperlihatkan kedatangan-Nya ke tengah dunia ini. Allah yang menghampiri kita di tengah keberadaan kita yang penuh dengan dosa. Oleh-Nya, kita dilepaskan dari kungkungan dosa (ay. 67). Kata Yun. Episkepotomai berarti mengunjungi, mengawasi, menjaga dan memelihara. Dengan demikian Allah yang melawat itu hadir ke tengah dunia yang telah rusak ini untuk memulihkan dan memelihara kita umat-Nya.
2. Mempersiapkan Jalan Bagi Tuhan.
Selanjutnya, teks khotbah ini mengingatkan juga bahwa ada tugas panggilan kita sebagai orang percaya, yakni mempersiapkan jalan. Sama halnya seperti Yohanes yang mempersiapkan jalan bagi Yesus, maka kita juga terpanggil untuk mempersiapkan jalan bagi Yesus untuk menyongsong kedatangan-Nya yang kedua kali. Kita telah mendengarkan khotbah tentang Yohanes Pembaptis beberapa minggu lalu. Di sana kita diingatkan bagaiamana Yohanes mengumandangkan siapa itu Yesus Kristus. Dia mempersiapkan jalan dengan mengajar orang, mengajak orang bertobat, dan membaptis mereka. Persiapan ini memperlihatkan bagaimana Yohanes menunjukkan kepada dunia siapa itu Yesus.
Kepada kita di masa kini, kita terpanggil untuk mempersiapkan jalan bagi Tuhan dengan mengajar, mendidik, dan memberitakan Yesus adalah juru selamat bagi dunia ini. Di tengah konteks yang super canggih dan sekuler di masa kini, banyak orang yang justru malu dan bahkan dengan sengaja meninggalkan dan menghina Kristus. Sikap dan tindakan demikian justru menjadi tanda bahwa kita harus semakin semangat di dalam mempersiapkan jalan bagi Tuhan. Mulailah dari keluargamu dan orang di sekitarmu. Beritakan dan wartakanlah Yesus adalah Jurusalemat.
3. Damai Sejahtera bagi Umat-Nya.
Kabar suka cita bagi kita di minggu Advent IV ini adalah ada damai sejahtera bagi kita, yang menyongsong dan menyambut kehadiran Sang Juruselamat. Damai sejahtera atau ereine itu hadir lewat kehadiran Yesus Kristus ke dunia ini. Di dalam Dia, ada keselamatan dan hidup. Damai sejahtera Allah itu membawa kemaian di dalam diri kita masing-masing. Damai tersebut kemudian akan berdampak bagi sekitar kita sesama dan seluruh ciptaan (Bnd. Kol. 1:19-20).
Dunia yang begitu berat untuk dihidupi di masa kini, seringkali membuat kita jatuh dan putus asa. Kejahatan dan bencana karena perbuatan manusia seakan membuat kita menyerah di dalam menjalani hidup. Akan tetapi, berita suka cita di minggu Advent IV ini menyapa kit akita bahwa ada irene atau damai sejahtera yang telah dan akan disampaikan bagi kita sekarang dan yang akan datang, yang berasal dari Tuhan kita Yesus Kristus. Datanglah kepada-Nya, persiapkanlah dirimu. Mempersiapkan diri akan kadiran-Nya, yang akan kita kenang lewat kelahiran-Nya ke tengah dunia ini. Persiapkanlah hatimu menjadi tempat di mana Yesus melawatmu di masa Advent dan Natal ini.
Tuhanlah yang memampukan kita melakukan firman-Nya. Tuhan memberkati!
TS


No comments:
Post a Comment