Berharap Kepada Allah Yang Menyelamatkan (Mikha 7:7-13) - Togu Sihite

Hebrew Bible/Old Testament - Books - Poetry - Music - Batak

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Friday, December 12, 2025

Berharap Kepada Allah Yang Menyelamatkan (Mikha 7:7-13)

 

Duka yang dalam sedang dihadapi oleh saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat lewat peristiwa banjir bandang yang menewaskan banyak korban dan merugikan warga sekitar. Kesedihan dan duka sangatlah tampak bagi seluruh rakyat Indonesia. Kondisi duka dan menyedihkan ini begitu menyurutkan semangat para korban. Selain itu, rusaknya bangunan dan tempat tinggal masyarakat semakin diperparah dengan fakta yang ditemukan bahwa lingkungan hidup dan hutan telah dirusak oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Semua kondisi ini sekali lagi menyebabkan para korban dan kita sebagai rakyat setanah air berduka. Di tengah situasi sepserti ini kondisi duka, kecewa, marah, dan meresa sendiri, serta terisolasi tentulah dirasakan oleh para korban. Bantuan dan uluran tangan serta dukungan lewat doa dan harapan adalah modal untuk bangkit dari keterpurukan ini. Oleh karena itu, marilah kita berdoa agar para korban banjir bandang diberikan kekuatan, penghiburan, dan pengharapan dalam menghadapi situasi sulit ini.

 

Teks khotbah minggu ini, tepatnya di Minggu Advent III ini, juga berbicara tentang berpengharapan. Pengharapan adalah obat yang manjur ketika situasi duka dan putus asa menerpa setiap orang. Pengharapan memberikan secerca cahaya di tengah kegelapan dan menjadi oase di tengah padang gurun. Itulah pentingnya harapan bagi setiap orang di tengah situasi sulit.

 

Nabi Mikha bernubuat kepada umat Israel tentang keselamatan dari masa pembuangan dan penindasan oleh musuh. Berita pengharapan ini tidak hanya menghibur umat Israel yang berada dalam pembuangan dan penindasan, melainkan juga memberikan harapan untuk bangkit dari situasi sulit. Apa dan kepada siapakah kita sepatutnya berpengharapan? Inilah yang berusaha diberitakan bagi kita lewat teks khotbah ini.

 

Ada tiga poin yang penting untuk kita renungkan: Siapakah Tuhan yang diproklamasikan di dalam teks ini? Apa yang diminta bagi kita untuk kita lakukan dalam keseharian kita? Apa berita sukacita dari firman ini bagi kita?

 

1. TUHAN adalah Penyelamat umat-Nya.

 

Nabi Mikha berseru dengan menggambarkan dirinya sebagai umat Israel dengan kata “aku.” Dia berkata, “Tetapi aku akan menunggu-nunggu TUHAN, akan mengharapkan Allah yang menyelamatkan aku; Allahku akan mendengarkan aku!” (ay. 7). Nubuatan ini sekaligus pengakuan iman dari Mikha dan umat Israel yang mengaku bahwa TUHAN adalah Penyelamat. TUHAN mendengar jeritan dan penderitaan umat-Nya. Perihal yang sama juga tampak ketika umat Israel berada di Mesir (Bnd. Kel. 2:23-25). Lalu, TUHAN pula yang menyelamatkan umat Israel keluar dari Mesir. Pengalaman yang demikianlah yang membentuk ingatan bahwa TUHAN adalah Penyelamat sekaligus menjadi pengakuan terhadap kebesaran TUHAN atas dunia ini.

 

Oleh karena itu, Firman TUHAN di minggu Advent ini menyapa kita yang letih dan lesu, serta berbeban berat menghadapi berbagai macam tantangan dan beban hidup. TUHAN berseru bagi kita bahwa Dia adalah penyelamat bagi yang percaya kepada-Nya. Dia telah menunjukkan-Nya lewat pengorbanan Yesus Kristus, yang kita sedang merayakan penantian kedatangan-Nya ke dunia ini. Minggu-minggu Advent mengingatkan kita akan makna dari penantian akan kedatangan Sang Juruselamat di dunia ini.

 

2. Berharapalah kepada TUHAN.

 

Di tengah situasi dan kondisi yang sulit dan berat, seringkali kita terdesak untuk mencari jalan pintas. Tidak sedikit menjadi tersesat dan meninggalkan TUHAN karena beban yang begitu berat. Namun, Firman Tuhan minggu ini mengingatkan bahwa TUHAN adalah satu-satunya tempat kita berharap karena Dia berkuasa atas dunia ini.

 

Pertanyaan penting bagi kita adalah apa itu berharap. Bagaimana orang percaya seharusnya hidup di dalam pengharapan? Jane Goodall dalam Bukunya berjudul The Book of Hope berujar bahwa “setiap langkah kecil yang kita lakukan setiap hari menuntun kita kepada hidup yang kita inginkan.” Lalu dia juga menegaskan, “berharap itu menuntut aksi dan partisipasi.” Dengan kata lain berharap itu mengajak kita untuk turut bertindak atas apa yang kita harapkan.

 

Berharap kepada TUHAN berarti kita berserah kepada TUHAN di dalam setiap rencana, doa, dan tindakan kita agar TUHAN yang menyempurkan dan membuat jadi seturut dengan kehendak-Nya. Berharap kepada TUHAN adalah bukti kit aini lemah dan tidak berkuasa atas masa kehidupan kita di masa depan. Berharap mengajak kita untuk bertindak di saat ini bukan di masa depan. Berharap kepada TUHAN menuntun kita untuk mengenal dan berserah kepada kehendak-Nya lewat Firman-Nya. Oleh karena itu, orang yang berpengharapan kepada TUHAN adalah orang yang percaya bahwa kehendak TUHAN adalah yang terbaik baginya.

 

3. Terang dan Keadilan diberikan kepadamu.

 

Teks khotbah minggu ini kemudian menegaskan kita bahwa kepada kita diberikan terang dan keadilan. Kenapa terang dan keadilan itu begitu penting di dalam nubuatan nabi Mikha ini? Sebab terang itu menerangi yang gelap. Terang itu adalah TUHAN (ay. 8). Di dalam TUHAN, yang adalah terang itu, Israel akan mengalami keadilan (ay. 9). Keadilan TUHAN membawa kepada keselamatan bagi umat-Nya. Dia tidak membiarkan selamanya musuh menginjak-injak umat-Nya. Sebalinya, TUHAN akan membangkitkan kembali dan membangun umat-Nya (ay. 11).

 

Menarik, ketika nabi Mikha berseru di ay. 13 tentang kehancuran bumi kaerna perbuatan manusia. Firman ini seakan mengingatkan kita bagaimana para perusak hutan telah merusak ciptaan TUHAN yang indah dan bermanfaat bagi manusia. Mereka yang mengeksploitasi hutan menyebabkan bencana alam yang merugikan banyak orang. Inilah kegelapan dan dosa orang-orang yang serakah. Di dalam pengharapan kita, TUHAN akan memberikan keadilan bagi mereka yang menjadi korban. Mari kita berdoa agar pemerintah menjadi tangan perpanjangan TUHAN di dalam menegakkan keadilan tersebut dengan menghentikan pembalakan hutan dan mengadili para perusak hutan.

 

Tuhanlah yang memampukan kita melakukan firman-Nya. Tuhan memberkati!

 

TS

No comments:

Post a Comment