Midrash adalah suatu cara orang Yahudi menafsirkan dan menjelaskan Alkitab Ibrani (Tanakh), khususnya dengan mengeksplorasi pertanyaan-pertanyaan, bagian-bagian yang tidak dijelaskan, kesulitan-kesulitan, dan makna-makna yang tidak langsung terlihat dalam teks Alkitab.
Kata midrash berasal dari akar kata Ibrani דרשׁ (darash), yang berarti “mencari,” “menyelidiki,” “meneliti,” atau “menafsirkan.” Sederhananya
Kita dapat memahami Midrash sebagai: Penafsiran Yahudi terhadap Kitab Suci yang bertanya, “Apa arti bagian ini, dan apa yang dapat kita pelajari darinya?” Kadang-kadang penafsirannya tetap sangat dekat dengan kata-kata dalam teks Alkitab; tetapi kadang-kadang Midrash mengembangkan sebuah cerita atau gagasan yang tidak secara eksplisit dinyatakan dalam Alkitab. Sebagai contoh Kitab Kejadian mengatakan bahwa Kain membunuh Habel: “Kain berkata kepada Habel, adiknya: ‘Marilah kita pergi ke padang.’ Ketika mereka ada di padang, tiba-tiba Kain memukul Habel, adiknya itu, lalu membunuh dia.” (Kej. 4:8) Tetapi teks tersebut tidak memberitahu kita apa yang diperdebatkan oleh Kain dan Habel.
Sebuah Midrash dapat mengajukan pertanyaan: • Apa yang diperdebatkan oleh Kain dan Habel? • Mengapa Kain menjadi begitu marah? • Apa sebenarnya yang terjadi di antara mereka? • Apa yang dapat kita pelajari dari kisah ini mengenai kecemburuan, kekerasan, atau tanggung jawab manusia?
Para penafsir rabinik dapat membangun sebuah penjelasan dengan menggunakan bagian-bagian lain dari Alkitab, hubungan atau permainan kata secara linguistik, penalaran teologis, atau pengembangan cerita secara imajinatif.
Dua jenis utama Midrash Para sarjana sering membedakan antara: 1. Midrash halakhah — penafsiran Kitab Suci yang berkaitan dengan hukum Yahudi (halakhah). Sebagai contoh, seorang rabi dapat menafsirkan sebuah perintah dalam Keluaran atau Ulangan untuk menentukan bagaimana hukum tersebut harus dipraktikkan. 2. Midrash aggadah — penafsiran yang melibatkan cerita, teologi, etika, tokoh-tokoh, dan pengajaran moral (aggadah). Sebagai contoh, Midrash dapat membayangkan percakapan di antara tokoh-tokoh Alkitab atau menjelaskan mengapa suatu peristiwa tertentu dalam Alkitab terjadi. Midrash dapat berarti metode maupun kumpulan tulisan Hal ini penting dalam studi Alkitab.
Midrash dapat merujuk kepada: • proses atau metode menafsirkan Kitab Suci; dan • karya atau kumpulan tulisan rabinik yang berisi penafsiran-penafsiran tersebut.
Beberapa kumpulan Midrash yang terkenal antara lain Genesis Rabbah (Bereshit Rabbah), Exodus Rabbah, Leviticus Rabbah, dan Midrash Tanhuma. Ada juga Midrash Rabbah, yaitu kumpulan besar penafsiran midrashis terhadap sebagian besar Taurat dan Lima Gulungan (Five Scrolls). Satu perbedaan penting Midrash bukan sekadar “komentar Yahudi terhadap Alkitab.” Sebuah tafsiran tradisional mungkin menjelaskan apa yang dimaksud oleh penulis Alkitab dari segi tata bahasa atau sejarah. Midrash juga dapat melakukan hal tersebut, tetapi sering kali melangkah lebih jauh—menggunakan teks Alkitab sebagai titik awal untuk penafsiran teologis, etis, hukum, atau imajinatif. Sebagai contoh: Teks Alkitab: “Sahut Abraham: ‘Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku.’” (Kej. 22:8) Pertanyaan midrashis: Apakah Abraham mengetahui bahwa Ishak akan menjadi korban? Apa yang dipahami oleh Ishak? Apa yang diketahui oleh Sara? Apa yang sebenarnya terjadi secara rohani antara Abraham dan Ishak? Midrash dapat mengembangkan jawaban-jawaban yang tidak secara eksplisit terdapat dalam Kitab Kejadian. Bagi seseorang yang mempelajari Alkitab Ibrani, salah satu cara yang berguna untuk mengingatnya adalah: Alkitab memberikan teksnya; Midrash mengeksplorasi berbagai kemungkinan, persoalan, dan makna yang terdapat di dalam maupun di balik teks tersebut. Secara historis, Midrash sangat penting untuk memahami bagaimana komunitas-komunitas Yahudi pada masa kemudian membaca, menafsirkan, dan menerapkan Alkitab Ibrani.

No comments:
Post a Comment